Rabu, 02 Oktober 2013

Makalah Teknik Penulisan Berita

BAB I
PENDAHULUAN


A.    LATAR BELAKANG
Berita adalah segala laproan mengenai peristiwa, kejadian, gagasan, fakta yang menarik perhatian dan penting untuk disampaikan atau dimuat dalam media massa agar diketahui atau menjadi kesadaran umum. Di dalam menyampaikan sebuah berita, harus jelas serta mudah untuk dipahami oleh para penikmat berita.

Dalam pengemasannya berita dapat dimuat ke dalam bebeapa media misalnya media visual, audio, audio-visual dan juga cetak. Pada kesempatan ini media cetak koranlah yang sepertinya membutuhkan teknik tertentu dalam mengemasnya, supaya berita yang disajikan dapat dengan nikmat dibaca dan dipahami oleh orang.

Berita yang disajikan dalam bentuk tulisan haruslah menggunakan gaya penulisan yang singkat tanpa mengurangi keabsahan dari nilai berita itu sendiri. Mengapa harus demikian, itu dikarenakan tedapat selain media cetak terdapat media yang bisa menampilkan berita dalam bentuk suara dan gambar (TV) sehingga lebih memudahkan para penikmat berita dalam memperbaharui infomasinya mengenai hal-hal tetentu. Dari situlah penting kiranya jika penulis mengungkapkan mengenai teknik penulisan berita dalam makalah ini, supaya nantinya dapat digunakan sebagai salah satu bahan acuan atau referensi bagi seorang wartawan pemula di dalam menulis berita dengan hasil beita yang baik, mudah dipahami dan juga berbobot, sehingga bisa menarik minat pembaca.

B.     RUMUSAN MASALAH
Dari pemaparan latar belakang diatas, kiranya penulis dapat menarik beberapa permasalahan yang diantaranya :
1.      Apa pengertian dari berita?
2.      Bagaimana cara menghasilkan berita yang baik, mudah dipahami dan tidak membuat bingung para pembaca berita serta hal apa saja yang perlu dipehatikan dalam menulis sebuah berita?


BAB II
LANDASAN TEORI


A.    Pengertian Berita dan Sejarah Singkat Penulisan Berita
Menurut pemaparan dari para ahli yang kemudian disederhanakan, bahwasannya berita adalah segala laporan mengenai peristiwa, gagasan, fakta yang menarik perhatian dan penting untuk disampaikan atau dimuat dalam media massa agar diketahui atau menjadi kesadaran umum.[1]

Menurut Curtis D. MacDougall, ia menyebutkan bahwa sejak PD II banyak pakar jurnalistik atau pun praktisi yang membahas tentang metode penulisan berita. Mereka terus melakukan analisa terhadap cara-cara penulisan berita supaya berita yang disajikan mudah dibaca, mudah dipahami, dan memiliki warna atau suasana sehingga dapat menggugah hati pembaca.[2]

Sebelum dikenal rumusan 5W+1H, jauh sebelum tahun 1930, teknik penulisan berita dianggap sudah cukup hanya dengan memenuhi tiga atau empat pertanyaan, seperti who, what, where atau when, dari fakta atau kejadian yang dilaporkan. Hingga pada tahap selanjutnya hal itu dirasa kurang memadai, sehingga Associated Press misalnya, dalam suatu buku petunjuk untuk staf redaksinya yaitu Associated Press Managing Editors memperkenalkan suatu formula baru yang dikenal dengan formula 5W+1H (what, who, where, why, when + How).[3]

B.     Teknik Menulis Berita
Menulis sebuah berita bukanlah hal yang mudah, karena untuk bisa menghasilkan sebuah berita yang baik diperlukan teknik-teknik yang baik dan benar pula di dalam mengumpulkan berita atau menulisnya, agar berita yang dihasilkan berbobot dan memiliki daya tarik pembaca. Disini akan diungkapkan mengenai bagaimana menulis sebuah berita yang sesuai dengan kaedah-kaedah penulisan berita.

1.         Langkah- Langkah Penulisan berita.
Hal- hal yang harus diperhatikan dalam penulisan berita:
a)        Obyektif, seorang wartawan harus menjaga jarak dengan peristiwa yang diangkatnya sebagai berita, dengan demikian seorang wartawan dilarang melibatkan kepentingan pribadi dan pandangan subyektif atas peristiwa. Namun tulisan harus faktual atau dituliskan berdasarkan fakta dan data yang benar- benar ditemukan dilapangan.
b)    Cover both side, tulisan harus seimbang dan berusaha mencantumkan semua pihak yang terlibat dalam peristiwa. 
c)        Prinsip hemat kata, prinsip dasar komunikasi menghendaki agar komunikasi berjalan dengan cepat dan jelas, dalam waktu dan ruang yang relatif terbatas, selain itu perhatikan penggunaan bahasa yang hemat dan maksud serta inti dari tulisan bisa dipahami. Hal ini agar berita efisien dan efektif, baik dari pemilihan diksi, membentuk kalimat, penyusunan alinea, hingga membentuk plot seefektif mungkin, yang terpenting dalam penulisan berita adalah pembaca mudah mencerna informasi yang disampaikan.
d)      Berita harus menggandung unsur 5W+1H, artinya dalam berita harus dijelaskan peristiwa apa yang ditulis, siapa saja yang terkait, kapan itu terjadi, dimana terjadinya dan bagaimana rangkaian peristiwa tersebut.
e)        Sebuah berita harus ditulis dalam piramida terbalik . Dalam pola ini maka data yang paling penting harus diletakan dialinea- alinea pertama. Dengan demikian semakin atas letak alinea, semakin penting pula data yang dikandungnya, alinea pertama yamg disebut dengan lead merupakan alinea terpenting. Sebab dalam lead inilah termuat angel(sudut bidik), berita dan inti yang dipaparkan.[4]

2.         Bentuk dan Jenis Susunan Berita.
Pada era modern seperti sekarang ini, sudah sangat banyak media penyaji berita yang relative canggih dan juga efektif, sehingga memudahkan para pembaca berita di dalam mendapatkan berita. Untuk itu, berita yang dimuat di media cetak pun harus menyesuaikan dengan kebutuhan pembaca, yang nota bene pembaca sekarang adalah orang-orang yang tidak cukup memiliki banyak waktu di dalam kesehariannya apalagi untuk membaca Koran, mereka cenderung lebih tertarik untuk melihat berita melalui TV yang dianggap sangat efisian dalam mempebaharui informasinya. Supaya media cetak tidak terlalu tertinggal jauh dengan TV atau radio, maka harus dimuat dengan seefektif dan seefisien mungkin. Di bawah ini adalah beberapa bentuk dari struktur penulisan sebuah berita, yaitu:
a)      Bentuk Piramida terbalik; dalam penulisan berita dimulai atau diawali dari berita yang dianggap paling penting, setelah itu diikuti hal- hal yang kurang penting. Bentuk ini sering dipakai untuk menulis berita- berita langsung (straight news). Bagian paling penting dituangkan dalam lead atau alinea pertama berita.
b)      Bentuk Piramida tegak; penulisan berita diawali dari hal- hal yang kurang penting, kemudian diikuti ke hal- hal yang semakin lama semakin penting.
c)   Bentuk Pararel; penulisan berita ini antara alinea- alinea awal, pertengahan hingga akhir dianggap memiliki bobot yang tidak jauh berbeda.
d)  Bentuk Kronologis; penulisan bentuk ini memaparkan data- data atau informasi secara berurutan. Antara alinea awal, pertengahan sampai akhir berita merupakan proses waktu atau peristiwa yang sulit untuk dipisahkan. [5]

3.         Proses atau tahap menulis atau menyusun berita:
Dibawah ini adalah tahap dalam penulisan sebuah berita atau bisa dikatakan juga sebagai alur menulis berita, yakni:
a.       Fact Organizing yaitu pengorganisasian/ pengumpulan fakta oleh wartawan yang akan menulis berita. Apakah itu hasil interview, kejadian langsung, ataupun menggunakan data- data tertulis yang telah tersedia.
b.   Lead Decission yaitu penentuan lead untuk teras berita. Ingat, gagal menentukan lead, bisa berarti gagal menulis berita.
c.   Word selection yaitu pemilihan kata- kata yang cocok, untuk mendukung penulisan berita, usahakan alur yang runtut, jangan melompat- lompat sehingga dapat mengganggu pemahaman pembaca.
d.    Start to write yaitu ambil mesin ketik atau komputer, kertas, jika perlu referensi pendukung. Konsentrasilah dalam menulis sehingga tidak keliru.[6]
   Menurut Prof. John Hohenberg, sebagaimana dikutip oleh Rosihan Anwar dalam bukunya Bahasa Jurnalistik dan Komposisi, gaya bahasa dan patokan yang digunakan dalam penulisan berita sebaiknya :
1.             Teliti, ringkas, jelas, dan mudah dimengerti.
2.             Gunakanlah kalimat yang relative singkat, sederhana, dan satu paragraf cukup terdiri atas satu hingga tiga kalimat.
3.             Satu gagasan sama dengan satu kalimat.
4.             Prioritaskan kata-kata yang pendek.
5.             Gunakan kata kerja yang kuat dan berhemat dalam menggunakan kata sifat.
6.             Spesifik dalam penulisan (seperti dalam menyebutkan tinggi, berat, jarak dan lain-lain).
7.             Gunakan kutipan-kutipan yang mengandung arti secara parsial.
8.             Cermatilah penulisan berita dengan pola piramida terbalik.[7]



BAB III
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Piramida Terbalik


Sangat penting
Penting

Kurang penting

Tubuh berita
Akhir berita
Judul berita
Teras (Lead)
                                                                          








Gambar 1.2 Macam-macam teras (Lead)
1.      Teras Who (Siapa)
Bambang Haryanto, pimpinan delegasi Gerakan Solidaritas Masyarakat Demokrasi (GSMD)…..dst.
2.      Teras What (Apa)
Pernyataan sikap tentang ancaman komunis dengan Organisasi Tanpa Bentuk (OTB) nya, kemarin Kamis (12/12) disampaikan pimipinan delegasi GSMD di…..dst.
3.      Teras Where (Dimana)
Di halaman Depdagri tanpa disaksikan seorang pun pejabat lembaga pemerintah itu, kemarin Kamis (12/12)…….dst.
4.      Teras When (Kapan)
Tepat saat jam kerja yang sibuk, kemaarin siang, Kamis (21/12) pimpinan GSMD Bambang Haryanto membacakan pernyataan sikap…..dst.
5.      Teras Why (Mengapa)
Setelah gagal di ajang Piala Emas Bang Yos III sehingga mengakhiri 2005 tanpa gelar, Persija langsung melakukakn perombakan drastis…..dst.
6.      Teras How (Bagaimana)
Dengan berdemonstrasi, didahului jalan kaki dari Senayan menuju Depdagri dan diikuti sekitar 100 orang anggotanya, GSMD menyampaikan pernyataan sikap……dst.

 















Gambar 1.3 contoh berita dengan struktur piramida terbalik

Dirjen Dikti Diminta Kaji Syarat Kelulusan Sarjana
Sabtu, 4 Februari 2012 06:44 WIB | 1981 Views

Yogyakarta (ANTARA News) - Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi perlu mengkaji ulang syarat kelulusan program strata satu yang mewajibkan calon sarjana menghasilkan makalah yang terbit pada jurnal ilmiah, kata Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia Edy Suandi Hamid.

"Persyaratan yang tertuang dalam Surat Dirjen Dikti Nomor 152/E/T/2012 tentang Publikasi Karya Ilmiah untuk program S1/S2/S3 yang merupakan salah satu syarat kelulusan yang berlaku mulai Agustus 2012 itu patut mendapatkan apresiasi, tetapi tidak realistis," katanya di Yogyakarta, Sabtu.
Menurut dia, untuk saat ini persyaratan tersebut tidak membumi, karena tidak sesuai dengan daya dukung jurnal di Tanah Air. Seandainya dari lebih 3.000 perguruan tinggi negeri dan swasta di Tanah Air setiap tahun ada 750.000 calon sarjana, maka harus ada puluhan ribu jurnal ilmiah di negeri ini.
"Seandainya di Indonesia saat ini ada 2.000 jurnal, dan setiap jurnal terbit setahun dua kali, yang setiap terbit mempublikasikan lima artikel, maka setiap tahun hanya bisa memuat 20.000 tulisan para calon sarjana," kata Edy yang juga Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta ini.
Ia mengatakan meskipun jurnal itu jumlahnya berlipat lima, tetap tidak mampu menampung tulisan ilmiah calon sarjana di Indonesia. Masih ada ratusan ribu calon sarjana yang antre untuk dimuat, padahal jurnal tersebut juga digunakan oleh dosen dan peneliti.
"Meskipun kewajiban itu baru akan berlaku setelah Agustus 2012, tetap sulit dipenuhi. Hingga Oktober 2009 menurut Indonesian Scientific Journal Database terdata sekitar 2.100 jurnal yang berkategori ilmiah yang masih aktif. Dari jumlah itu hanya sekitar 406 jurnal yang telah terakreditasi," katanya.
Menurut dia, gagasan Dirjen Dikti ini cukup inovatif dan merangsang calon sarjana untuk berkarya. Namun, hal itu kurang diperhitungkan dan dipersiapkan secara matang. Jika dipaksakan akan memunculkan penerbitan jurnal asal-asalan yang sekadar untuk memenuhi persyaratan kelulusan S1.
"Jika hal itu terjadi, maka filosofi di balik penerbitan jurnal sebagai media mempublikasikan karya akademik tidak terpenuhi. Jurnal hanya menjadi media formalitas sebagai persyaratan untuk bisa meluluskan sarjana," katanya.
Oleh karena itu, kewajiban tersebut hendaknya dilakukan secara bertahap. Misalnya, secara bertahap kewajiban itu diberlakukan bagi program studi yang terakreditasi A. "Selain itu, Dirjen Dikti juga perlu melakukan simulasi tentang daya dukung dan lulusan sarjana setiap tahunnya," kata Edy.
Surat Dirjen Dikti tertanggal 27 Januari 2012 yang ditujukan kepada rektor/ketua/direktur PTN/PTS seluruh Indonesia itu di antaranya menyatakan untuk lulus program sarjana harus menghasilkan makalah yang terbit pada jurnal ilmiah.[8]



Gambar 1.4 Contoh Berita dengan Struktur Piramida Tegak

Melongok Restoran Indonesia di Amerika
Rabu, 15 Juni 2011 11:02

Ternyata jumlah restoran Indonesia di Amerika Serikat tidaklah sedikit. Di antaranya malah sudah berada di sana sejak belasan tahun lalu. Inilah cara pengusaha kuliner Indonesia go international.
Untuk kebanyakan orang Indonesia, saat berkunjung ke luar negeri, menemukan restoran Indonesia bak mencari harta karun. Tak banyak pengusaha yang membuka restoran di suatu tempat di mancanegara. Terlebih-lebih jika Warna Negara Indonesia (WNI) yang bermukim di suatu kota jumlahnya sedikit.  Tetapi ada juga pengusaha yang melihat komunitas bangsa Melayu (Indonesia dan Malaysia) di suatu kota atau distrik sebagai peluang usaha sehingga kemudian mendirikan restoran dengan cita rasa Melayu, seperti Bak Kuh Teh Breakfast, di New York yang memposisikan diri sebagai restoran Indonesia-Malaysia. Tapi umumnya pendirinya bukan orang Indonesia melainkan orang Asia lain yang melihat peluang usaha restoran dengan target pasar orang Melayu (Asia).
Selain New York, di Washington juga ada beberapa restoran milik orang Indonesia. Salah satu yang terkenal adalah Satay Sarinah yang letaknya di Alexandria. Pada awalnya Satay Sarinah terletak di Georgetown yang menyediakan makanan Indonesia untuk komunitas Asia di ibukota Amerika Serikat itu. Restoran ini didirikan tahun 1985 dengan nama Sarinah Satay House. Namun pada tahun 1999 pindah ke Alexandria dan namanya berubah menjadi Satay Sarinah.
Satay Sarinah sudah sering mendapatkan peliputan media setempat. Salah satunya adalah majalah Washingtonian. Selain media cetak, media internet juga banyak yang meliputnya, seperti website yang khusus membahas restoran-restoran atau kuliner di AS. Dan untunglah sekarang ada blog yang efektif menjadi sarana promosi. Banyak orang per orangan (sebagian besar orang Amerika) yang menuliskan pengalamannya bersantap di Satay Sarinah lalu menuliskan rekomendasinya di blog mereka. Ini membuat restoran ini jadi makin banyak dikenal. Harian besar The Washington Post dalam website-nya memberikan apreasiasi bintang empat bagi Satay Sarinah. Bukti bahwa pengakuannya memang tak kecil. 
Di California juga ada restoran Indonesia. Bahkan negara bagian ini merupakan negara bagian AS yang paling banyak memiliki restoran Indonesia. Di antaranya yang terletak di Post Street, San Francisco. Di jalan ini ada dua restoran Indonesia yaitu Indonesia Restaurant di 678 Post Street dan Borobudur Restaurant di 700 Post Street. Tak banyak informasi tentang Indonesia Restaurant. Namun sejumlah orang yang merekomendasikannya menyebutkan, makanan Padang-nya memang lezat. 
Sedangkan Borobudur Restaurant merupakan restoran milik pasangan Soe Bin dan Yunita. Pasangan ini mendirikan Borobudur Restaurant pada tahun 1992, bukan di lokasi sekarang melainkan di Geary Street. Tahun 1994 keduanya memindahkan restorannya ke lokasi yang lebih nyaman di Post Street. Pengelola menyebut, Borobudur Restaurant merupakan restoran Indonesia paling populer di San Francisco. Malah majalah Asia Week pernah menyebutnya sebagai the best Indonesia food in the Bay Area.
Sedangkan di Hollywood ada Indo Kitchen yang terletak di Fourt Street, Alhambra, California. Indo Kitchen lebih dikenal sebagai restoran Padang di Hollywood. Terletak di kawasan yang lumayan strategis. Papan namanya cukup jelas menunjukkan jati dirinya sebagai restoran Padang. Seperti juga di restoran Padang lain, di sini juga ditawarkan rendang, kalio ati, sambal cabe, dan sebagainya.
Restoran Padang memang mendominasi restoran-restoran Indonesia di luar negeri. Selain Padang, restoran lain lebih memposisikan sebagai restoran Indonesia yang menyajikan berbagai menu daerah. Restoran-restoran ini tak hanya menyediakan makanan bagi orang Indonesia di rantau, tapi sekaligus mempromosikan Indonesia karena penikmatnya tak cuma orang Indonesia di sana.         
BAB IV
PENUTUP


A.    KESIMPULAN

Sebagaimana dijelaskan pada landasan teori di atas maka dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwasannya di dalam teknik menulis berita seorang penulis haruslah mengetahui betul keadaan / kondisi pembaca pada masa sekarang ini, dengan begitu dia baru bisa menentukan berita yang seperti apa yang harus dimuat dan bagaimana cara menyuguhkannnya kepada para pembaca, sehingga bisa menghasilkan sebuah berita yang berkualitas dan layak jual.

B.     PENUTUP
Demikianlah makalah yang kami buat, semoga bisa memberikan manfaat kepada para pembaca dan sekaligus bisa digunakan sebagai referensi bagi pembaca di dalam menulis berita, khususnya mahasiswa fakultas dakwah dan komunikasi yang nota bene bergerak di dalam bidang jurnalistik.
Penulis mengakui bahwasannya makalah yang kami buat ini masih jauh dari kata sempurna, maka dari itu, kami mengharap saran yang konstruktif dari para pembaca demi tersempurnakannya makalah ini.




DAFTAR PUSTAKA

Sumadiria, AS Haris. 2008. JURNALISTIK INDONESIA; Menulis beita dan feature. Bandung : SIMBIOSA REKATAMA MEDIA.
Barus, Sedia Willing. 2011. JURNALISTIK; Petunjuk Teknis Menulis Berita, Jakarta: ERLANGGA dan Macintosh Mac Pro.
Http://kasmansyahcaniago-sriiriani.blogspot.com/2012/03/contoh-berita-struktur-piramida. html.


[1] Sedia Willing Barus., JURNALISTIK; Petunjuk Teknis Menulis Berita, ERLANGGA dan Macintosh Mac Pro, Jakarta, Januari 2011, hlm. 26
[2] Drs. AS Haris Sumadiria, M. Si., JURNALISTIK INDONESIA; Menulis beita dan feature, SIMBIOSA REKATAMA MEDIA, Bandung, cet ke 3, Juli 2008, hlm 120
[3] Sedia Willing Barus., JURNALISTIK; Petunjuk Teknis Menulis Berita, ERLANGGA dan Macintosh Mac Pro, Jakarta, Januari 2011, hlm. 80
[7] Sedia Willing Barus., JURNALISTIK; Petunjuk Teknis Menulis Berita, ERLANGGA dan Macintosh Mac Pro, Jakarta, Januari 2011, hlm. 92

4 komentar:

FBS Indonesia mengatakan...

Rebat FBS TERBESAR – Dapatkan pengembalian rebat atau komisi
hingga 70% dari setiap transaksi yang anda lakukan baik loss maupun
profit,bergabung sekarang juga dengan kami
trading forex fbsasian.com
-----------------
Kelebihan Broker Forex FBS
1. FBS MEMBERIKAN BONUS DEPOSIT HINGGA 100% SETIAP DEPOSIT ANDA
2. FBS MEMBERIKAN BONUS 5 USD HADIAH PEMBUKAAN AKUN
3. SPREAD FBS 0 UNTUK AKUN ZERO SPREAD
4. GARANSI KEHILANGAN DANA DEPOSIT HINGGA 100%
5. DEPOSIT DAN PENARIKAN DANA MELALUI BANL LOKAL
Indonesia dan banyak lagi yang lainya
Buka akun anda di fbsasian.com
-----------------
Jika membutuhkan bantuan hubungi kami melalui :
Tlp : 085364558922
BBM : fbs2009

Anonim mengatakan...

SurveiPoker
KompasPoker
Reviews Game Online 303
Kumpulan Berita 303

Anne mengatakan...

Hi, all is going sound here and of course every one is sharing facts, that’s really fine, keep up writing.
BandarQ
Hack BandarQ
Sex Story
Agen Sakong dan BandarQ

Cari Judi mengatakan...

Judi Online

Judi Ceme Online

BandarQ Agen Sakong Judi AduQ Capsa Bandar Poker BdDomino

BANDAR757 Agen Sakong Judi BandarQ Domino99 Bandar Poker Online Terpercaya